aku, hujan, lalu tinta ini yang selalu saja ramai di malam ku
dengan huruf yang berbaris rapi menyusun sebuah ungkapan
hanya diam namun nyatanya waktu terus berjalan
segumpal kebahagiaan pernah kurasakan dengan cinta
namun serpihan luka pun semakin dekat menghampiri dengan sejuta air mata
dari sini aku belajar bagaimana aku harus merangkak dalam gelap
berlari dalam terang..
bagaimana caranya untuk tetap tersenyum saat luka ini menganga sangat lebar
saat semua harapanku satu persatu lenyap hanya untuk sebuah kenyataan yang menyakitkan
aku selalu diam dalam pertepatan waktu untuk garis hidupku
berada di dua dinding yang berbeda
tersenyum atau menangis...
hanya waktu yang bisa menebak ku.