Friday, June 1, 2012

Bandung, 1 juni 2012
Retia Gustia Ningrum

Mereka berteriak keras, namun tak di dengar
Entah apa yang membuatnya tak mendengar
Tuli kah dia mendengar suara meraka yang sudah tidak bertenaga
Atau mungkin pura pura tuli
Atau dia terlalu perkasa hanya untuk melihat bagaimana keadaan di sudut ruang yang masih terlantar
Tak bernuranikah dia hanya untuk memberi satu tangga untuk mereka
Bukan terus terusan menduduki kursi mewah yang sudah kau cicipi bagaimana nikmatnya berlian dalam gelap

Aku selalu mendengar suara jeritan itu dari sudut ruang yang sangat gelap
Mendengar suara mereka yang terus berkata
"Lihat kami, dan rasakan bagaimana tak bertenaga nya suara kami, terlalu dingin terlelap dalam kerasnya angin kehidupan hey para pencuri gelap, manusia manusia tak bernurani, tak punya hati. kami membencimu sungguh"
Masih tak terbangun kah hatimu mendengar suara itu dan jeritan mereka?
Rasakan bagaimana jika suara tak bertebaga itu adalah suara mu PARA KORUPTOR 

Wednesday, May 30, 2012

aku, hujan, lalu tinta ini yang selalu saja ramai di malam ku
dengan huruf yang berbaris rapi menyusun sebuah ungkapan
hanya diam namun nyatanya waktu terus berjalan
segumpal kebahagiaan pernah kurasakan dengan cinta
namun serpihan luka pun semakin dekat menghampiri dengan sejuta air mata

dari sini aku belajar bagaimana aku harus merangkak dalam gelap
berlari dalam terang..
bagaimana caranya untuk tetap tersenyum saat luka ini menganga sangat lebar
saat semua harapanku satu persatu lenyap hanya untuk sebuah kenyataan yang menyakitkan
aku selalu diam dalam pertepatan waktu untuk garis hidupku
berada di dua dinding yang berbeda
tersenyum atau menangis...
hanya waktu yang bisa menebak ku.